Perkuat Ekonomi Rumah Tangga Nelayan, Warga Karangsari Diajak Cerdas Kelola Keuangan Berbasis Digital
KARANGSARI, TUBAN โ Dalam upaya memantapkan ketahanan ekonomi masyarakat pesisir, Pemerintah Kelurahan Karangsari bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban menggelar kegiatan Edukasi dan Pendampingan Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Nelayan Berbasis Aplikasi Money+, bertempat di Balai Kelurahan Karangsari, Rabu (22/7/2026) pagi.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini diinisiasi oleh tim akademisi IAINU Tuban yang terdiri dari Dian Rustyawati, S.T., M.M.Pd selaku Ketua Tim, bersama Diana Nur Indah Purnamasari, M.M, serta beberapa mahasiswa Perbankan Syariah. Program ini secara khusus menyasar kelompok ibu-ibu rumah tangga dari keluarga nelayan di wilayah Kelurahan Karangsari.
Acara dibuka secara resmi oleh Lurah Karangsari, Danny Pramudita. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi tinggi kepedulian akademisi IAINU Tuban yang bersinergi langsung dengan masyarakat Karangsari.
Lurah Karangsari menekankan bahwa karakteristik ekonomi keluarga nelayan membutuhkan strategi pengelolaan yang adaptif dan disiplin. Hal ini dikarenakan pendapatan sektor kelautan sangat dipengaruhi oleh cuaca, iklim, dan dinamika musim.
"Penghasilan warga nelayan itu unik dan penuh tantangan akibat faktor musim. Saat musim panen ikan melimpah, kita harus pandai mengalokasikan tabungan agar saat memasuki musim paceklik atau angin barat, ketahanan dapur dan ekonomi keluarga tetap stabil. Lewat aplikasi Money+ ini, perangkat HP di rumah tangga tidak lagi sekadar digunakan untuk media sosial, tetapi menjadi instrumen penting untuk menjaga kedaulatan finansial keluarga," tegas Lurah Karangsari.
Pada sesi diskusi interaktif, pembahasan berlangsung hangat saat mengulas realita lapangan masyarakat pesisir. Di antaranya mengenai tantangan pengubahan kebiasaan dari pencatatan keuangan manual berbasis uang tunai (cash) menjadi pencatatan digital harian, serta formulasi pengaturan alokasi dana darurat saat terjadi lonjakan hasil tangkapan laut.
Sementara itu, Ketua Tim PkM IAINU Tuban, Dian Rustyawati, menjelaskan bahwa pemanfaatan aplikasi Money+ bertujuan memudahkan masyarakat dalam memetakan arus kas (cash flow) harian secara praktis, terstruktur, dan transparan. Melalui pendampingan ini, setiap pengeluaran dan pemasukan rumah tangga dapat dievaluasi secara berkala langsung dari genggaman tangan.
Melalui pelaksanaan kegiatan ini, Pemerintah Kelurahan Karangsari berharap literasi keuangan digital warga semakin meningkat. Sinergi antara pemerintah kelurahan dan perguruan tinggi ini diharapkan dapat terus berlanjut guna menciptakan masyarakat pesisir Karangsari yang mandiri, sejahtera, dan tangguh secara ekonomi.
Bagikan berita ini: